IDENTITAS MANUSIA INDONESIA
Keberagaman
suku, bahasa, agama, adat istiadat, dan kehidupan sosial-kultural yang ada di
Indonesia merupakan bagian dari identitas manusia Indonesia. Manusia Indonesia
mempunyai khas dan keunikan yang sangat beragam karena memiliki lebih dari
17.000 pulau, identitas manusia Indonesia dengan keanekaragamannya menciptakan
sebuah persatuan dan kesatuan untuk bangsa Indonesia sebagaimana Indonesia yang
menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Kebhinekatunggalikaan, nilai-nilai
pancasila, dan religiusitas merupakatan pedoman hidup yang hakiki dan harus
diterapkan oleh seluruh manusia Indonesia. Nilai-nilai tersebut pun selaras
dengan tujuan pembelajaran dan pendidikan agar memberikan pendidikan karakter
kepada peserta didik yang memiliki kepribadian sebagai identitas yang khas.
”Bhineka
Tunggal Ika” (berbeda-beda namun tetap satu) menjadi bagian intergral dari
identitas nasional indonesia, serta sebagai motto nasioanal Indonesia yang
mencerminkan toleransi, keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia. Pancasila
merupakan ideologi negara Indonesia yamg mencakup ketakwaan kepada Tuhan,
martabat manusia, persatuan bangsa, demokrasi, serta keadilan sosial. Nilai-nilai
tersebut menjadi pondasi dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia dan
menjadi landasan dalam pembangunan negara yang adil, makmur, dan berkeadilan. Disamping
itu, masyarakat indonesia dikenal sebagai manusia yang religius dan menghargai
nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakt dengan menganut kepercayaannya
masing-masing, dan hal tersebut pun tercermin dalam Pancasila.
Pendidikan
memiliki peran penting dalam melestarikan keberagaman, toleransi, persatuan,
serta pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan Identitas manusia
Indonesia yang bermoral. Hal tersebut dapat direalisasikan dengan profil
pelajar pancasila yang sudah ditanamkan dalam kurikulum pendidikan saat ini.
Penerapan profil pelajar pancasila bertujuan untuk menjaga nilai luhur dan
moral bangsa Indonesia, serta sebagai masyarakat yang tidak melupakan
identitasnya dalam mewujudkan pelajar yang unggul dan memiliki kompetensi
global dan menanamkan nilai-nilai Pancasila. Dalam mewujudkan hal tersebut
tentunya tidak lepas dari peran guru sebagai pendidik dan menjadi penuntun
terhadap perkembangan peserta didik.
Berdasarkan hasil
pengamatan mengenai penghargaan dan penghayatan terhadap kebhinekatunggalikaan
dalam ekosistem sekolah dan proses pembelajaran di sekolah PPL 1, yaitu di
lingkungan sekolah selalu melaksanakan upacara bendera merah putih setiap hari
senin, lalu menyanyikan lagu wajib nasional, guru dan peserta didik memakai
kebaya setiap hari kamis sekaligus melaksanakan kegiatan literasi yang diikuti
oleh seluruh peserta didik, sekolah pun menyediakan seragam yang sama untuk
semua peserta didik tanpa memandang latar belakang dan membedakan peserta didik,
sekolah juga memfasilitasi beragam jenis ekstrakurikuler untuk mengembangkan
potensi peserta didik tanpa membatasi peserta didik untuk mengikutinya, kemudian
memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin mengikuti perlombaan antar kelas
sesuai dengan kesepakatan guru dan teman kelasnya. Selain itu, sekolah ini memiliki keberagaman
latar belakang peserta didik, tetatpi sebagian besar dari mereka berasal dari budaya
dan suku yang sama yaitu Sunda, Jawa Barat dan beragama Islam, meskipun
demikian, sekolah memberikan hak yang sama kepada seluruh peserta didik.
Pada proses
pembelajaran di kelas, guru selalu memberi hak yang sama kepada peserta didik
seperti dalam pemberian tugas, penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan,
peserta didik pun selalu diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan
pendapatnya. Selain itu, guru juga memberikan pemahaman kepada peserta didik
untuk tidak memilih-milih teman meskipun dari latar belakang yang berbeda,
salah satu yang guru lakukan adalah mengganti atau menukar tempat duduk peserta
didik setiap bulan dengan menggunakan aplikasi wheel spinner sehingga
mereka tidak dapat memilih dengan siapa mereka akan duduk sebangku. Kemudian,
guru juga memberikan tugas proyek kepada peserta didik yaitu membersihkah halaman
yang ada di sekitar sekolah secara berkelompok dengan harapan dapat menumbuhkan
sikap gotong royong, saling membantu antar sesama, dan mencintai alam sekitar.
Dalam
menghayati nilai-nilai Pancasila di sekolah yaitu penguatan identitas manusia
Indonesia melalui penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana yang ada pada
kurikulum sekolah yang digunakan, pihak sekolah mengajarkan nilai-nilai
pancasila kepada peserta didik seperti selalu membaca doa sebelum memulai
pembelajaran, melaksanakan sholat dzuhur, serta sholat duha untuk setiap hari
jumat, hal tersebut mencakup penghormatan terhadap Tuhan yang maha esa. Kemudian
tidak membedakan teman yang memiliki latar belakang yang berbeda serta menjaga
kebersihan lingkungan, hal tersebut mencakup nilai Pancasila sebagai manusia
yang adil dan beradab. Sedangkan Nilai identitas manusia Indonesia dalam
persatuan Indonesia yaitu melaksanakan upacara bendera di hari senin,
melaksanakan senam pagi di hari selasa, lalu melaksanakan kegiatan pramuka dan
ekstrakurikuler lainnya, serta pembagian petugas upacara. Sekolah juga
menghimbau pengurangan konsumsi plastik kepada masyarakat sekolah dengan
membawa tempat makan dan botol minum ketika ingin membeli makanan, dan peserta
didik juga bekerjasama secara berkelompok ketika melaksanakan tugas proyek.
Selanjutnya, masyarakat sekolah juga harus menaati tata tertib sekolah, serta
peserta didik mengikuti seleksi atau mengikuti lomba antar kelas untuk dapat
mengikuti perlombaan antar kecamatan untuk mewakili sekolahnya.
Kegiatan-kegiatan diatas dapat dijadikan pembelajaran untuk memperdalam
pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai Pancasila.

Komentar
Posting Komentar